Turunnya Harga Solar Belum Dinikmati Nelayan

421
MENUNGGU: Ratusan kapal nelayan di Tambaklorok tampak ditambatkan. Curah hujan yang tinggi dan ombak besar membuat para nelayan tidak berani melaut. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENUNGGU: Ratusan kapal nelayan di Tambaklorok tampak ditambatkan. Curah hujan yang tinggi dan ombak besar membuat para nelayan tidak berani melaut. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENUNGGU: Ratusan kapal nelayan di Tambaklorok tampak ditambatkan. Curah hujan yang tinggi dan ombak besar membuat para nelayan tidak berani melaut. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENUNGGU: Ratusan kapal nelayan di Tambaklorok tampak ditambatkan. Curah hujan yang tinggi dan ombak besar membuat para nelayan tidak berani melaut. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah pusat belum menimbulkan imbas bagi para nelayan yang ada di Tambaklorok, Semarang. Meskipun senang dengan turunnya harga solar dari Rp 6.700 menjadi ke Rp 5.650 per liter, cuaca buruk dan ombak besar membuat nelayan belum bisa melaut untuk mencari ikan.

Salah satu nelayan Tambaklorok, Bajuri, 40, mengatakan turunnya harga solar saat musim hujan dan ombak besar seperti saat ini belum berdampak besar bagi kesejahteraan nelayan. ”Kalau senang ya pasti senang, tapi saat ini belum bisa melaut karena ombak sedang besar sehingga tangkapan ikan sepi,” katanya.

Meski ada nelayan yang melaut, hasil tangkapan ikan dinilai tidak maksimal dan tidak sesuai modal yang dikeluarkan. Di musim hujan saat ini, tangkapan lebih banyak udang dan ikan kecil-kecil dengan nilai jual yang murah.