Waterfront Township Berganti Pearl of Java

1790
LANDMARK: Gambar masterplan sementara Pearl of Java yang bakal dibangun di lahan kawasan Marina Semarang. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANDMARK: Gambar masterplan sementara Pearl of Java yang bakal dibangun di lahan kawasan Marina Semarang. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANDMARK: Gambar masterplan sementara Pearl of Java yang bakal dibangun di lahan kawasan Marina Semarang. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANDMARK: Gambar masterplan sementara Pearl of Java yang bakal dibangun di lahan kawasan Marina Semarang. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Impian Kota Semarang memiliki penanda kota (landmark) yang mampu berbicara di tingkat internasional sepertinya bakal terwujud. Hal ini menyusul hampir selesainya pembuatan masterplan Pearl of Java yang diinisiasi PT Indo Perkasa Usahatama (IPU) di kawasan Marina, Semarang Barat.

Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Bappeda Kota Semarang, M. Farchan menjelaskan, sebenarnya di tempat yang sama dulu pernah diwacanakan hal serupa. Yakni, pembangunan Semarang Waterfront Township yang diajukan salah satu pengembang. ”Namun seiring berjalannya waktu, tidak ada kabar. Dari pihak yang bersangkutan juga tidak ada pemberitahuan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Kendati demikian, lanjut Farchan, masih ada kabar baik. PT IPU saat ini tengah menyempurnakan masterplan Pearl of Java yang secara konsep tidak jauh beda dengan Semarang Waterfront Township. Di dalamnya nanti akan dibangun berbagai pusat pertumbuhan baru, namun dengan pengembangan yang lebih baik. ”Selain hunian yang menjadi ciri khas utama, juga dibangun central park seluas 172.178 meter persegi yang khusus disediakan untuk area publik,” katanya.