Atap Gedung SDN di Kendal Runtuh

530

Diakui Fajar, kondisi bangunan SDN 1 Jurangagung memang sudah banyak yang rusak lantaran dimakan usia. Sebelumnya, pihak sekolah telah mengirimkan proposal permohonan bantuan rehab ke Dinas Pendidikan Kendal hingga tiga kali. Namun dari tiga proposal yang dikirimkan, hanya proposal terakhir yang disetujui pihak dinas.

Dijelaskan, sebenarnya ada 6 ruang kelas yang rusak. Namun baru 3 kelas yang sudah dilakukan renovasi, yakni kelas 4, 5, dan 6. Apesnya, belum setengah bulan proposal permohonan dana rehab kelas 4, 5 da 6 disetujui dinas, bangunan atap gedung kelas 3 keburu runtuh.

”Kami mengajukan proposal kali pertama tanggal 14 Oktober 2013 untuk renovasi 3 ruang, lalu mengajukan lagi pada tanggal 4 September 2014, tapi tidak ada tanggapan. Terakhir, kami mengajukan lagi pada tanggal 23 November 2015, dan baru disetujui Disdik pada 17 Desember 2015 lalu,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kendal, Muryono, saat dikonfirmasi terkait ambruknya atap gedung kelas 3 SD Negeri 1 Jurangagung mengaku sudah menerima laporannya. Pihaknya juga sudah memerintahkan bawahannya untuk melakukan pengecekan terkait kejadian tersebut.

”Tadi pagi (kemarin, Red) Kabid Pendidikan Dasar sudah menuju ke lokasi dan melakukan pendataan seberapa besar kerugian yang ditimbulkan akibat ambruknya atap gedung kelas itu,” ujarnya.

Pihaknya akan memprioritaskan bantuan rehabilitasi untuk sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan parah, termasuk bangunan gedung yang tertimpa musibah. ”Yang jelas, bangunan SD yang rusak itu akan kita prioritaskan perbaikannya pada bulan April 2016 mendatang menggunakan anggaran DAK (dana alokasi khusus) tahun 2016 ini. Sehingga ruang kelas itu bisa segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman,” katanya. (jpnn/aro/ce1)