Batu Ametis Ditawar Rp 250 Juta, Batu Calsedon Rp 500 Juta

Doni Purboyo, Pengusaha Rumah Makan Kolektor Batu Akik

432

Seperti batu Ametis koleksi Doni Purboyo, yang dalam kontes batu akik tingkat nasional bertajuk Gemstone Fighting Championship (GFC) yang dihelat di salah satu pusat perbelanjaan di bilangan Jalan Pemuda Semarang kemarin meraih juara I. ”Batu koleksi saya juara I untuk kategori individul. Batu Ametis ini batu terbaik nomor 1 di Indonesia,” kata Doni Purboyo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakannya, batu koleksinya itu berasal dari Kalimantan. Ia mengaku mencari bahan sejak masih berupa batu mentah sebelum akhirnya diolah sedemikian rupa hingga mengeluarkan keindahan warna khasnya. ”Batu ini hanya untuk kontes kelas nasional. Pernah menjuarai di beberapa kontes tingkat nasional sebelumnya,” ujarnya.

Dikatakannya, kontes di Semarang kali ini merupakan event besar yang diikuti pemain-pemain yang telah malang melintang di dunia batu akik. Doni mengaku sangat bangga menjadi pemenang salah satu kategori lomba. ”Bangga sekali, sebab kompetisi ini diikuti oleh peserta dari seluruh daerah di Indonesia. Terutama pemain-pemain batu terkenal. Bahkan pemilik Tanjung Bintang juga ada di sini,” katanya.

Menurutnya, kompetisi seperti ini diperlukan sebagai media memperkenalkan kekayaan alam serta produk budaya Indonesia. ”Batu akik memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Sangat kaya jenis dan variasi warnanya. Tentunya harus mengetahui bagaimana cara memoles batu tersebut. Luar biasa indahnya,” ujar pria yang mengaku menyukai batu sejak masih duduk di bangku SMP ini.

Setiap batu, kata dia, dipercaya memiliki energi dan aura sendiri-sendiri. Termasuk batu Ametis, dipercaya sebagai simbol pengasihan. ”Punya energi. Ametis ini sempat ditawar oleh orang Jakarta seharga Rp 250 juta, tidak saya berikan. Karena ini hanya untuk kontes,” katanya.

Ia mengaku, mengoleksi ribuan jenis batu dari seluruh Indonesia. Batu jenis lain miliknya yang pernah menjuarai kompetisi tingkat nasional adalah batu Calsedon bergambar kupu-kupu. ”Calsedon bergambar kupu-kupu milik saya only one in the world, master kebanggaan nasional. Pernah ditawar Rp 500 juta. Ini harganya unlimited. Anak saya bilang, kalau tidak M (miliar) nggak akan dilepas,” ucapnya.