Dana Banpol Golkar dan PPP Belum Cair

313

DEMAK- Dua partai politik (parpol) di Demak hingga kini belum dapat mencairkan bantuan keuangan parpol (Banpol). Yakni, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ini terjadi lantaran kedua partai tersebut masih terkendala konflik yang terjadi, utamanya konflik dualisme kepengurusan di tingkat DPP Golkar dan DPP PPP.

Kepala Kesbangpolinmas Pemkab Demak, Taufik Rifai, mengungkapkan, selain Golkar dan PPP, dana banpol untuk partai lainnya sudah cair semua. Parpol yang dana banpolnya sudah cair adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Masing-masing parpol yang banpolnya cair jumlahnya sesuai perolehan suara saat pemilu legislatif 2014 lalu.

“Untuk partai yang masih berkonflik, maka pencairan banpol itu menunggu lebih lanjut kejelasan dan ketentuan dari pusat, utamanya dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Sebab, sejauh ini belum ada petunjuk yang jelas,” katanya didampingi Staf Kesbangpolinmas, Rifah Utami, kemarin.

Menurutnya, secara administrasi untuk parpol yang banpolnya sudah cair tidak ada persoalan yang berarti dan telah diverifikasi. Sedangkan terkait dengan laporan pertanggungjawaban banpol 2015 tersebut selanjutnya akan diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Setelah keluar laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK, maka kita konsultasikan dengan Inspektorat. Kalau sudah oke, maka dana banpol 2016 baru dapat dicairkan lagi,”jelas Taufik Rifai.

Dia menambahkan, penggunaan dana banpol minimal 60 persen untuk pendidikan politik masyarakat. Sedangkan 40 persen lainnya untuk keperluan sekretariat. Ini sesuai dengan ketentuan Permendagri Nomor 77 Tahun 2014 tentang perhitungan penyaluran dan laporan pertanggungjawaban keuangan banpol bagi parpol.