Karyawan IGN Cepiring Tuntut Gaji 3 Bulan

473

KENDAL- Tuntuan para karyawan PT Industri Gula Nusantara (IGN) Cepiring hingga kini masih belum terpenuhi. Yakni, tuntutan gaji 4 bulan yang menjadi tunggakan manajemen PT IGN. Padahal sebelumnya PT IGN sudah menjanjikan akan mentransfer 4 bulan gaji yang menjadi tunggakan makismal 4 Januari lalu. Tapi kenyataannya para karyawan baru menerima 1 bulan gaji saja. Sedangkan 3 bulan sisanya belum dibayarkan hingga kemarin.

Human Resource Development (HRD) PT IGN Cepiring, Sugeng Setia, mengatakan, jika manajemen IGN sudah mengingkari janji dan kesepakatan bersama. Yakni, kesepakatan agar PT IGN membayar seluruh gaji yang menjadi tunggakan selama 4 bulan yang sudah dibuat di hadapan Kapolres, DPRD dan Disnakertrans Kendal.

“Masih ada 3 bulan lagi yang belum dibayarkan kepada kami, yakni gaji bulan September hingga November. Sedangkan gaji karyawan untuk Desember, telah dibayarkan pada akhir bulan lalu,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Terkait belum terselesaikannya tunggakan gaji karyawan tersebut, sempat digelar rapat lanjutan membahas penyelesaian masalah yang membelit pabrik gula milik BUMN itu. Rapat digelar pada Selasa (5/1) lalu di Pemkab Kendal. “Tapi rapat juga tidak membuahkan hasil sama sekali,” tandasnya.

Selain tuntutan gaji, para karyawan IGN juga menyatakan menolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan manajemen PT IGN. Pasalnya, PHK dilakukan sepihak dan karyawan tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan tersebut. Bahkan, surat keputusan PHK yang dibuat PT IGN Cepiring hanya selembar namun berlaku untuk semua karyawan. Surat PHK itu sendiri dititipkan kepada Disnakertrans Kendal, dan baru diserahkan kepada perwakilan karyawan pada akhir Desember 2015 lalu.

Makanya hingga saat ini, para karyawan bersepakat untuk masih tetap bekerja seperti biasanya. “Kami masih akan tetap berangkat kerja sesuai dengan peraturan hukum yang ada. Sebab, kami anggap surat PHK tersebut tidak sah,” katanya.

Benekdiktur Aur, salah seorang karyawan IGN Cepiring menyatakan, sebenarnya tidak akan mempermasalahkan PHK yang akan dilakukan pihak perusahaan. Asalkan semua itu dilaksanakan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. “Ini kami karyawan yang jumlahnya mencapai ratusan, masak cuma pakai satu surat pemecatan tanpa ada kejelasan proses PHK-nya seperti apa? Tak dijelaskan alasan pemecatan maupun kondisi perusahaan secara keseluruhan,” jelasnya.