Pasar Kuliner Suroboyo Dinilai Belum Layak

896

Menurut The Hok dengan tidak adanya instalasi penyedot dan cerobong asap, kondisi Pasar Kulier jadi tidak nyaman. Sebab ada 17 kios yang masing-masing melakukan aktivitas memasak. Namun asapnya tidak bisa keluar, hanya berputar-putar di dalam pasar.

“Ketika memasak, asapnya mulek di dapur dan tempat makan. Dilihat dari luar seperti gunung yang mau meletus. Pengunjung juga merasa tidak nyaman karena pedih di mata dan bersin-bersin karena asap,” imbuhnya.

The Hok meminta pengelola Pasar Kuliner yakni Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang segera melakukan pembenahan sebelum secara resmi dibuka. Seperti memasang penyedot asap dan membuatkan instalasi cerobong asap agar asap bisa keluar dari dalam pasar. Selain itu, perlunya menambah daya listrik sehingga penerangan dapat ditambah. Sebab, saat ini lampu penerangan di dalam dan di tempat parkir masih kurang.

“Jika tidak segera dibenahi, tidak akan lama atap pasar bisa rusak. Sebab ada uap panas dan asap berminyak yang menempel di plafon atap pasar. Termasuk sampahnya juga harus dipikirkan, agar tidak kelihatan kumuh. Ini kritik agar dinas terkait segera menanganinya, sehingga saat benar-benar diopersionalkan sudah nyaman,” tandasnya.

Ditambahkan angota DPRD Kabupaten Semarang lainnya, Said Riswanto, fasilitas pasar kuliner saat ini memang masih belum lengkap. Seperti penataan tempat cuci tangan yang kurang tepat, fasilitas WIFI yang belum ada dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Pihaknya meminta dinas terkait segera menganggarkan pengadaan fasilitas tersebut.

“Pasar Kuliner ini memang masih uji coba. Jika keberadaan Pasar Kuliner di Ambarawa sukses, ada wacana membuat pasar-pasar kuliner baru di sejumlah wilayah,” pungkasnya. (tyo/ida)