Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

406

KARANGAYU – Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut di Jalan Sriwijaya, depan TBRS, Rabu (6/1) dini hari lalu yang mengakibatkan dua orang meninggal. Hingga kemarin, polisi belum bisa memeriksa Hanif, korban selamat kecelakaan karena masih dalam perawatan.

”Kami butuh korban yang selamat untuk dimintai keterangan awal mula terjadi kecelakaan. Nanti kalau sudah diperiksa bisa mengetahui sebabnya,” kata Panit Laka Lantas Polrestabes Semarang Iptu Jumantri kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (7/1).

Dia mengatakan, berdasarkan sejumlah saksi, kecelakaan maut yang menewaskan dua orang tersebut sebelumnya hanya terdengar suara benturan keras. Diduga dua kendaraan dari arah berlawanan saling melaju dengan kecepatan kencang sebelum bertabrakan. ”Kemungkinan pengendara dari arah timur jalannya turun dan kencang, dari barat juga kencang itulah yang tidak bisa dihindari,” katanya.

Salah seorang rekan korban Dian Eko Prasetyo, Hanafi warga Jalan Lobak RT06 RWV, Kelurahan Tlogobayem, Kecamatan Tembalang masih menjalani perawatan di RS Roemani dan kondisinya kritis. Hanafi mengalami luka serius pada bagian muka bawah tepatnya di bagian rahang. ”Dia masih dirawat di RS Roemani, Hanafi itu yang membonceng korban Dian Eko Prasetya,” jelasnya.

Jenazah pengendara Honda Vario putih berumur sekitar 30 tahun, berbadan kurus, kulit warna sawo matang, berambut pendek dengan menggunakan celemek putih bermotif bunga saat ini masih terbujur di kamar mayat RSUP dr Kariadi. Dari hasil penelusuran TKP, korban merupakan pedagang ayam potong di Pasar Karangayu. ”Namun untuk memastikan kami akan melakukan penelusuran dan pencarian identitas karena yang bersangkutan tidak membawa identitas maupun SIM atau STNK,” pungkasnya. (mha/ric/ce1)