SKPD Dituntut Gerak Cepat

Tanpa Menunggu Wali Kota Dilantik

382
ROBOH : Tiga ruang kelas SD ambruk karena lamban renovasi. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Penjabat (Pj) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto meminta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk langsung tancap gas dalam menjalankan kegiatan yang telah disusun dalam program pembangunan. Hal itu dilakukan untuk menekan tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

”Tidak usah menunggu wali kota dilantik. Kepala SKPD harus segera berkoordinasi agar program pembangunan selesai tepat waktu,” ungkapnya usai penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kota Semarang Tahun 2016 di Ruang Gedung Moch Ihsan lantai 8, Kompleks Balai Kota Semarang, Jumat (8/1).

Ia mengungkapkan, kegiatan atau program pembangunan yang telah direncanakan pada 2016 harus segera dilakukan. Termasuk kegiatan-kegiatan yang membutuhkan proses lelang harus segera dilaksanakan. ’Pada bulan ini, SKPD yang melakukan lelang harus segera diumumkan di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) sehingga bulan depan sudah dapat dilelangkan,” imbuhnya.

Tavip mengakui, Silpa 2015 masih tinggi, yaitu mencapai Rp 1 triliun lebih. Karenanya, harus segera dilakukan percepatan pembangunan. Ia meminta nantinya tidak ada lagi proyek molor ataupun gagal lelang. Sebab, akan membuat penyerapan anggaran tidak maksimal. ”Jadikan Silpa yang banyak ini sebagai evaluasi agar tidak terulang pada 2016 ini,” tandasnya.

Ia menambahkan, pada tahun ini Pemkot Semarang juga menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sejumlah Rp 43 miliar. Bantuan tersebut rencananya dialokasikan ke beberapa SKPD khususnya terkait pembangunan infrastruktur. ”Rekanan yang tidak dapat menyelesaikan (proyek pekerjaan) sesuai target di-blacklist (daftar hitam) saja,” ujarnya.