93 Pejabat Struktural Dimutasi

907

SALATIGA–Pemkot Salatiga melakukan mutasi besar–besaran. Sebanyak 93 pejabat struktural eselon II, III, IV dan kepala sekolah di lingkungan Pemkot Salatiga mengikuti pelantikan pejabat yang dipimpin Wali Kota Salatiga Yuliyanto, di Ruang Sidang II, Jumat (8/1) kemarin.

Di antaranya, Gati Setiti yang sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) pindah menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Kepala Disdikpora diisi Niken Lidiastuti dan Adi Isnanto (sebelumnya Kepala BKD) menjadi Asisten 1 Sekda.

Jabatan yang ditinggalkan Niken Lidiastuti (Kepala Inspektorat) kini dijabat Kurnia Harjanti, yang sebelumnya Staf Ahli Wali Kota Salatiga. Ir Husnani, sebelumnya Kepala Dinas Pertanian kini menjadi Staf Ahli Wali Kota Salatiga dan jabatan yang ditinggalkan diiisi oleh Mustain (Kepala Dinas Cipkataru). Kepala Dinas Cipkataru yang baru adalah Valentino T Haribowo, yang sebelumnya Sekwan DPRD Kota Salatiga.

Posisi Sekwan, diisi Sri Wityowati, sebelumnya Asisten 3 Sekda. Kemudian, Fakruroji yang sebelumnya Kepala DPPKAD kini menjadi Asisten 3 Sekda dan jabatan yang ditinggalkan diduduki Tri Priyo Nugroho (sebelumnya Asisten 1).

Selain itu, Kabag Humas Adi Setiarso SE pindah menjadi Kabag Umum Pemkot Salatiga, menggantikan Sri Satuti, yang menjadi Kabag Humas Pemkot Salatiga. Lalu, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Sulistya pindah posisi menjadi Wakil Direktur Keuangan RSUD Salatiga. Benny Kusworo sebelumnya Kabid Cipta Karya Dinas Cipkataru kini pindah di Dinsosnakertrans, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Argomulyo kini dijabat oleh Guntur S dari BPPTPM.

Sejumlah lurah juga mengalami mutasi, di antaranya Yulia (Lurah Kalicacing) kini pindah tugas di Dinsosnakertrans. Lurah lain yang mengalami pergantian adalah Lurah Bugel, Lurah Sidorejo Kidul, Lurah Kauman Kidul serta Lurah Noborejo.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto SE MM mengatakan dengan pelantikan pejabat Eselon II, III, IV dan kepala sekolah ini, diperintahkan untuk segera melakukan percepatan di segala lini. “Bahkan, jangan leda-lede, jangan banyak alasan, karena masyarakat selalu memantau, mengawasi serta memonitor kinerja para PNS atau pejabat ini,” katanya. (sas/ida)