Gerebek Rumah Peracik Miras, Gagal Ringkus Pelaku

316

UNGARAN-Penyidik Polres Semarang masih melakukan serangkaian penyelidikan kasus minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan dua orang di Pasar Tugu Kelurahan Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Polisi sempat menggerebek rumah OB, 40, warga Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang yang diketahui sebagai penjual dan peracik miras jenis ciu dan oplosan.

Namun sayang, polisi gagal meringkus. Sebab Obet sudah kabur lebih dulu. Polisi hanya berhasil mengamankan sejumlah botol tempat minuman oplosan yang identik dengan botol yang ditemukan di lokasi kejadian. Selain itu, polisi juga mendapatkan bubuk perasa leci dari rumah tersebut. “Kita masih melakukan pengejaran terhadap OB dan mendalami penyelidikan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian, Jumat (8/1) kemarin.

Herman mengatakan, pihaknya juga masih kesulitan menyimpulkan penyebab kematian korban, apakah diakibatkan oleh bahan kimia atau tidak. Sebab sampai saat ini belum turun hasil uji laboratorium tentang kandungan dalam minuman oplosan tersebut. Apalagi keluarga korban tidak menghendaki adanya otopsi, sehingga polisi kesulitan meneliti jenis cairan yang dikonsumsinya.

“Apakah dalam minuman itu mengandung unsur etanol atau metanol. Dari keterangan saksi mengatakan pandangan mata para peminum kabur. Bisa jadi minuman itu dicampur metanol oleh peraciknya. Tapi kita masih menunggu hasil penyelidikan dan penelitian kandungan kimianya,” tuturnya.

Untuk diketahui, alkohol ada dua jenis yakni untuk dikonsumsi dan tidak untuk dikonsumsi. Biasanya di dalam minuman keras mengandung etanol. Sedangkan metanol adalah jenis alkohol yang bukan untuk dikonsumsi. Fungsi metanol digunakan untuk bahan bakar atau pelarut cat dan bahan lainnya. Informasinya dengan mengonsumsi metanol sebesar 10 mililiter saja dapat menyebabkan kerusakan saraf mata. Bahkan jika menggunakan secara berlebih akan menimbulkan keracunan yang berimbas pada kematian.

“Sebenarnya dalam tubuh kita ini sudah menghasilkan alkohol atau etanol untuk meningkatkan metabolisme. Jika ditambah dari luar, akan berlebihan dan membahayakan tubuh,” kata dr Ngakan Putu.