Komplotan Ibu Rumah Tangga Curi Sembako Dibekuk

376

Hasilnya, Jumat (8/1) dini hari, kios milik Supriyadi dibobol pencuri dengan cara menggali dinding belakang kios dan membuat lubang dengan menggunakan linggis. Setelah pencuri masuk kios dan mengambil sejumlah barang, Supriyadi langsung menangkap pencuri tersebut. Ternyata pencurinya adalah seorang wanita setengah baya.

“Ketika lampu toko saya nyalakan, saya melihat ibu-ibu sedang mencuri dagangan saya. Akhirnya saya serahkan ke Polsek Bojong, karena saya tidak tega untuk memukulnya,” ungkap Supriyadi saat memberikan keterangan di Mapolsek Bojong.

Supriyadi juga mengatakan saat menangkap pencuri yang bernama Siti Wastuni, 47, warga Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, dibantu oleh Sodikin yang berada di sebelah kios miliknya yang berdagang sembako juga.

Menurutnya, ketika mendengar suara orang menggali lubang di belakang kiosnya, dirinya sudah memberitahu Sodikin melalui SMS. Bahwa ada pencuri di kiosnya yang akan masuk melalui belakang gudang. “Ketika menggali lubang ada orang lain selain Siti, tapi saat masuk kios yang ada hanya Siti. Yang lainnya mungkin melarikan diri,” kata Supriyadi.

Siti Wastuni saat dimintai keterangan di Polsek Bojong mengaku bahwa dirinya selama ini melakukan pencurian di kios sembako bersama tiga orang rekan lainnya yang masih bertetangga. Masing-masing memiliki tugas, dua di antaranya berada di luar untuk mengawasi, dan satu di belakang toko untuk menerima barang curian.

Menurutnya, selama menjalankan aksinya, selalu berpura-pura sebagai pedagang yang datang menjelang subuh, sehingga tidak dicurigai penjaga pasar. Karena pembeli biasanya akan datang setelah subuh.

“Selama ini sudah mencuri lebih dari lima kali. Kami selalu bekerjasama dengan tetangga kami yang bernama Bu Asih, Kris dan Perti, warga Desa Sragi. Yang kami ambil hanya sembako dan kebutuhan rumah tangga, seperti beras, gula, sabun dan pasta gigi serta sabun cuci,” jelas Siti.