300 Pelajar Terkesima, Rasakan Kesengsaraan Penderita HIV/AIDS

Dua Film HIV/AIDS ”Rengkuh dan Bening di Balik Buih” Diputar di DPRD Demak

452
APRESIASI POSITIF: Para sineas atau pemain film Rengkuh dan Bening (di antaranya Tia Wulandari dan Viki pemeran tokoh utama) mendapatkan penghargaan dari Ketua LSM Gapoera Peduli HIV/AIDS Sri Hartanto (paling kanan). (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
APRESIASI POSITIF: Para sineas atau pemain film Rengkuh dan Bening (di antaranya Tia Wulandari dan Viki pemeran tokoh utama) mendapatkan penghargaan dari Ketua LSM Gapoera Peduli HIV/AIDS Sri Hartanto (paling kanan). (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pemutaran dua skuel film premiere terkait korban HIV/AIDS di Demak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk kalangan DPRD Demak. Dua film yang berjudul Rengkuh dan Bening di Balik Buih ini diputar di sela talk show yang mengusung tema Aku dan Wakilku Peduli Kota Wali, Menguak Cinta, Seks dan Kekerasan Remaja, di Atrium DPRD Demak, Minggu (10/1) kemarin.

WAHIB PRIBADI, Demak

FILM edukatif berdurasi 30 menit dan 20 menit buatan aktivis LSM Gapoera Peduli Penderita HIV/AIDS bekerja sama dengan DPRD Demak, dan Yayasan Bening Hati Mulia ini mampu membuat 300 pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Kota Wali terkesima. Mereka terenyak ketika melihat gambaran betapa sengsaranya penderita HIV/AIDS. Selain penyakit yang diidapnya sulit disembuhkan secara fisik, penderita juga merasakan dampak sosial serta menanggung beban secara psikologis. Mereka dikucilkan masyarakat sekitarnya.

Dalam film Rengkuh yang disutradari Arief Setiawan misalnya. Film yang dibuat selama tiga hari, mengambil latar Puskesmas Guntur II, sekolah SD setempat dan RSUD Sunan Kalijaga ini, menggambarkan bagaimana perjuangan sosok Keysa yang berperan sebagai Tia Wulandari sebagai penderita HIV/AIDS. Ia masih pelajar dan sekolah di tingkat SD di kampungnya. Anak tersebut turut mengidap HIV/AIDS lantaran ditulari orang tuanya.