Eks PSIS 2015 Diprioritaskan

PSIS Susun Kembali Kekuatan

377
BERTENAGA: Bakori Andreas (putih), salah satu PSIS 2015 yang kembali diincar manajemen untuk pembentukan tim PSIS 2016. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERTENAGA: Bakori Andreas (putih), salah satu PSIS 2015 yang kembali diincar manajemen untuk pembentukan tim PSIS 2016. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERTENAGA: Bakori Andreas (putih), salah satu PSIS 2015 yang kembali diincar manajemen untuk pembentukan tim PSIS 2016. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERTENAGA: Bakori Andreas (putih), salah satu PSIS 2015 yang kembali diincar manajemen untuk pembentukan tim PSIS 2016. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Manejemen PSIS mencoba menyusun kembali kekuatan tim. Wacana adanya kompetisi dan rencana beberapa turnamen, membuat manajemen mau tak mau harus menyiapkan tim.

Penasehat tim PSIS Wahyu ‘Liluk’ Winarto mengatakan, untuk pembentukan tim pihaknya tetap memprioritaskan eks pemain PSIS 2015 yang sepanjang tahun lalu “menganggur” karena tidak ada kompetisi.

Keberhasilan PSIS meraih gelar juara turnamen Polda Jateng Cup 2015 kemarin tak bisa lepas dari materi pemain yang memang mumpuni. Bahkan jika kompetisi Divisi Utama 2015 kemarin diputar, PSIS disebut-sebut sebagai salah satu tim favorit yang layak untuk meraih tiket promosi ke ISL. Berbekal sederet pemain muda dengan kemampuan merata, materi pemain PSIS 2015 tergolong istimewa meski mengutamakan pemain muda dan tidak mengandalkan nama besar pemain.

Namun saat ini, ketika sepak bola Indonesia porak poranda, pemain PSIS yang sudah terbentuk kocar-kacir. Manajemen PSIS mengaku kesulitan mempertahankan 100 persen skuad 2015 lalu karena berbagai faktor baik teknis maupun non-teknis.