Jumlah TKA Bakal Meningkat 20 Persen

493
HADAPI MEA: Balai Latihan Kerja (BLK) Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang memberikan pelatihan bagi para calon tenaga kerja di sektor garmen, tekstil dan otomotif agar mampu bersaing dalam menghadapi MEA di tahun 2016. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
HADAPI MEA: Balai Latihan Kerja (BLK) Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang memberikan pelatihan bagi para calon tenaga kerja di sektor garmen, tekstil dan otomotif agar mampu bersaing dalam menghadapi MEA di tahun 2016. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
HADAPI MEA: Balai Latihan Kerja (BLK) Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang memberikan pelatihan bagi para calon tenaga kerja di sektor garmen, tekstil dan otomotif agar mampu bersaing dalam menghadapi MEA di tahun 2016. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
HADAPI MEA: Balai Latihan Kerja (BLK) Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang memberikan pelatihan bagi para calon tenaga kerja di sektor garmen, tekstil dan otomotif agar mampu bersaing dalam menghadapi MEA di tahun 2016. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Pemberlakuan pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2016 akan berimbas pada meningkatnya jumlah tenaga kerja asing (TKA). Diprediksi TKA akan meningkat sebesar 20 persen dari jumlah TKA selama 2015 yang mencapai 170 orang.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Semarang Soemardjito mengatakan, dengan berlakunya MEA di tahun 2016 ini berimbas pada meningkatnya jumlah TKA yang bekerja di Kabupaten Semarang. Soemardjito memprediksi peningkatan jumlah TKA mencapai sekitar 20 persen saja. Namun demikian pihaknya tidak khawatir dengan masuknya TKA ke Bumi Serasi akan menggusur tenaga kerja lokal. Sebab TKA yang masuk juga sudah diatur sesuai kebutuhan jabatan yang telah ditentukan.

“Tenaga kerja lokal tidak perlu khawatir tidak dapat kesempatan kerja dengan masuknya TKA. Sebab tidak semua jabatan di perusahaan di Kabupaten Semarang boleh diisi oleh TKA. Hanya jabatan tertentu selevel direktur, komisaris atau direktur utama saja,” katanya, kemarin.