Lestarikan Budaya Bangsa lewat Tari

521
Sekar Ayu Saraswati (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sekar Ayu Saraswati (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sekar Ayu Saraswati (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sekar Ayu Saraswati (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MENARI bagi Sekar Ayu Saraswati, tidak lagi sekadar hobi. Tapi sudah menjadi bagian dari perjuangan melestarikan budaya daerah.

”Kita harus bangga dan punya tekad tinggi menunjukkan seni Indonesia. Termasuk menjaga budaya, supaya jangan ada lagi seni Indonesia yang diklaim negara lain,” ungkap Yayas –sapaan intimnya Sekar Ayu Saraswati- ini.

Gadis kelahiran Semarang, 7 Maret 1996 ini memang suah gemar menari tradisional sejak kecil, bahkan ketika masih sekolah di Taman Kanak-Kanan (TK). Beragam prestasi dalam mengikuti lomba menari pernah diraihnya, termasuk mendapatkan juara 2 lomba Festival Gambang Semarang 2014 di tingkat Kota Semarang.

”Seringnya membawakan tari Warak Dugder. Tariannya energik dan bagus deh pokoknya. Memang pertama tampil di panggung pasti grogi. Tapi lama-kelamaan juga enjoy,” kata mahasiswi semester tiga Hubungan Masyarakat D3 Undip ini.