Terpengaruh Film, Modif Mobil Lebih Simpel

537
(NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TIDAK hanya motor, modifikasi mobil dengan menambah instrumen ataupun penggantian komponen yang mengesampingkan safety riding dari pabrikan, kini dihindari para modifikator. Selain larangan mengendara mobil modif ekstrim di jalan raya oleh kepolisian, modifikator juga lebih mempertimbangkan keamanan pengendara.

Pemilik rumah modifikasi Jhons Car And Audio di Jalan Permata Hijau AA-10 Hasanudin Semarang, Jhones Gozali mengatakan saat ini konsep modifikasi mobil cenderung mengutamakan kenyamanan sang pengendara atau minimalis. Modifikator cenderung tidak banyak mengubah tampilan luar mobil, tapi hanya mengganti velg standar ataupun repaint body dengan warna yang sesuai dengan surat kendaraan. “Tampilan ekstrim jarang ditemui sekarang. Tapi lebih banyak modifikasi yang mengusung konsep elegan dan simpel,” katanya.

Mengganti velg atau knalpot, menurut Jhon tidak boleh asal. Velg contohnya, modifikator hanya menaikkan 2 inchi ukuran dari velg bawaan pabrik. Sementara untuk knalpot, lebih dipilih yang menambah power kendaraan dibandingkan hanya mengutamakan tampilan ataupun suara yang bising.