Berawal dari Dua Kata, Bangun Kebersamaan

Menilik Aktivitas Komunitas Bolang-Baling Semarang

572
KEKELUARGAAN: Para anggota Komunitas Bolang-Baling rutin melakukan pendakian saat hari libur. Mereka akan merasa bangga sebagai anak negeri, setelah berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi gunung yang didaki. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEKELUARGAAN: Para anggota Komunitas Bolang-Baling rutin melakukan pendakian saat hari libur. Mereka akan merasa bangga sebagai anak negeri, setelah berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi gunung yang didaki. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEKELUARGAAN: Para anggota Komunitas Bolang-Baling rutin melakukan pendakian saat hari libur. Mereka akan merasa bangga sebagai anak negeri, setelah berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi gunung yang didaki. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEKELUARGAAN: Para anggota Komunitas Bolang-Baling rutin melakukan pendakian saat hari libur. Mereka akan merasa bangga sebagai anak negeri, setelah berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi gunung yang didaki. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ketika terjebak pada rutinitas kerja dan kehidupan sehari-hari, sudah tidak zamannya lagi untuk galau. Karena itulah, para pencinta mendaki gunung ini mendirikan Komunitas Bolang-Baling Semarang. Seperti apa?

JOKO SUSANTO

BERAWAL dari kata ’Muncak yok’ yang dijadikan status pada media sosial (medsos) Facebook, enam mahasiswa beda kampus yang memiliki kesamaan hobi mendaki gunung, akhirnya sepakat membentuk Komunitas Bolang-Baling (Bocah Petualang Bali Eling) Semarang pada 13 Juni 2015 lalu. Komunitas tersebut, kali pertama diresmikan di puncak Gunung Merbabu Selo Kabupaten Boyolali di ketinggian 3165 Mdpl.

Adalah Akbar Reksa Bahtiar, Sulistiyanto, Caesar, Rosalia Ade Dwiyanti Mekar, Rojer dan Irfa sangat intensif berinteraksi, sejak mahasiswa. Meski masing-masing mengambil kuliah berbeda, ada yang di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas) dan STMIK Provisi Semarang.