Harga Tanah Naik 20 Persen

445

SEMARANG – Harga tanah di tahun 2016 ini diprediksikan naik antara 10 hingga 20 persen. Terus melambungnya harga tanah, menjadikan hunian vertikal sebagai alternatif untuk tinggal di kawasan perkotaan.

Wakil Ketua Bidang Pertanahan DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Wibowo Tedjosukmono mengatakan, pertumbuhan kenaikan harga tanah biasanya terjadi dua kali dalam tiap tahunnya. Yakni di awal tahun sekitar bulan Januari dan pertengahan tahun, yaitu bulan Agustus. “Kenaikan harga ini antara 20 hingga 30 persen. Khususnya di kawasan tengah kota dan kawasan yang menjadi tren hunian,” bebernya, kemarin.

Tren lokasi rumah saat ini yang tengah marak diburu calon pembeli yakni disisi bagian selatan dan barat Kota Semarang. Harga tersebut juga mempengaruhi lokasi tanah yang dipilih pengembang untuk pembangunan perumahan. “Adapun saat ini kurang lebihnya harga tanah Rp 2 juta per meter untuk lokasi tepi Semarang. Sementara untuk daerah tengah Kota Semarang biasanya akan dipatok harga Rp 3 sampai 4 juta,” ujarnya.

Padahal, cukup banyak masyarakat yang berminat untuk membeli hunian di pusat kota atau daerah Semarang atas. Hal itu tentunya membuat para pengembang harus pintar-pintar memilih lokasi yang sesuai dengan tren hunian masyarakat saat ini. “Oleh karena itu, karena adanya tren tersebut, maka untuk meminimalisir lokasi tanah yang digarap, mulai banyak pengembang memilih membangun rumah vertikal. Alasannya karena efisiensi tanah yang dibutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi DPD REI Jateng, Dibya K Hidayat mengungkapkan di awal tahun 2016 ini harga rumah yang ditawarkan dalam pameran REI Expo belum mengalami kenaikan. “Di Expo pertama awal tahun ini, harga yang ditawarkan setiap pengembang rata-rata masih sama dengan tahun sebelumnya. Sehingga masyarakat yang hendak membeli hunian masih bisa mendapatkan rumah dengan harga lama,” tandasnya. (dna/smu)