Ironis, Angka Kematian Ibu-Anak Tinggi

766

ANGKA KEMATIAN IBU DAN ANAK

SEMARANG – Angka kematian ibu dan anak di Kota Semarang cukup tinggi. Dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat. Pada 2015 lalu, angka kematian ibu mencapai 35 orang. Jumlah tersebut naik dari 2014 yang hanya 33 orang dan 2013 sebanyak 29 orang.

”Ini sungguh ironi di tengah masyarakat Kota Semarang yang memiliki sarana kesehatan yang memadai. Ini harus menjadi PR (pekerjaan rumah) Pemkot Semarang khususnya Wali Kota terpilih pada 2016 ini,” kata Wakil Ketua Forum Masyarakat Madani Kesehatan Ibu dan Anak (FMM-KIA) Kota Semarang, AM Jumai kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/1) kemarin.

Ia membeberkan, Kota Semarang memiliki 37 Puskesmas, 7 rumah sakit pemerintah, 17 rumah sakit swasta, 70 dokter spesialis kandungan, 550 bidan, 37 bidan kordinator, dan 214 Bidan Praktik Mandiri. Jumlah tersebut semestinya cukup untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.

”Di Jawa Tengah, Kota Semarang menempati nomor urut dua di bawah Kabupaten Brebes yang meraih posisi pertama dalam hal kematian ibu dan anak,” imbuhnya.