TV Pengaruhi Kekerasan terhadap Anak

395

Dia menambahkan kekerasan terhadap anak ada di mana-mana dan cenderung mengarah ke fenomena gunung es. Ia mencontohkan kasus pembunuhan Angeline, sehingga pelaku layak dihukum maksimal. ”Kasus transaksi narkoba di depan anak pelakunya dihukum mati, apalagi kasus pembunuhan anak,” kata Seto yang saat ini menjadi saksi ahli dalam kasus pembunuhan Angeline itu.

Data Komisi Nasional Perlindungan Anak menyebutkan, tiap tahun di Indonesia ada lebih kurang 3.000 kasus kekerasan pada anak. Dari jumlah laporan tersebut, setengahnya merupakan kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak.

Pria yang mengabdikan hidupnya menjadi sahabat dan pendidik anak-anak itu berharap sekaligus meminta warga untuk melaporkan kekerasan terhadap anak ke aparat kepolisian baik Polres maupun Polsek setempat.

Pada kesempatan tersebut, Seto juga menyindir tentang rencana pembuatan film Angeline yang notabene merupakan korban kekerasan terhadap anak. Dikatakannya, rencana pembuatan film Angeline dalam waktu dekat, diminta dipertimbangkan. Menurutnya pembuatan film perlu dipertimbangkan kembali dan harus seizin keluarga yang bersangkutan.

”Pemanfaatan ini apakah untuk komersial atau tidak jika untuk komersial dapat dipertimbangkan lagi. Mohon jangan ada seperti itu, jangan sampai menimbulkan kembali luka batin bagi keluarga,” kata Seto.

Ia ingin, masyarakat melakukan kontrol dan jangan sampai ada pemanfaatan komersial. Jika ada tujuan akhir, misal kampanye supaya menghentikan kekerasan terhadap anak tidak masalah.

”Ada yang perlu dibicarakan, ada banyak yang belum disampaikan kepada saya mengenai film tersebut. Jika memang ada pesan lain di luar komersial, harus sepengetahuan KPAI dan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SD Nusaputera MF Agustine mendorong agar kekerasan terhadap anak tidak terus-menerus terjadi. Anak sebagai generasi penerus bangsa harus selalu dilindungi. ”Selain di sekolah, di dalam rumah kekerasan terhadap anak juga harus dihentikan,” ujarnya. (ewb/ric/ce1)