Bos Pendamping Tidak Cair

465
TRY OUT : Beberapa siswa dari sejumlah SD mengikuti try out di salah satu SMP swasta, Minggu (10/1). BOS Pendamping untuk SD dan SMP tidak cair selama tahun lalu. (K. ANAM SYAHMADANI/jpnn)
TRY OUT : Beberapa siswa dari sejumlah SD mengikuti try out di salah satu SMP swasta, Minggu (10/1). BOS Pendamping untuk SD dan SMP tidak cair selama tahun lalu. (K. ANAM SYAHMADANI/jpnn)
TRY OUT : Beberapa siswa dari sejumlah SD mengikuti try out di salah satu SMP swasta, Minggu (10/1). BOS Pendamping untuk SD dan SMP tidak cair selama tahun lalu. (K. ANAM SYAHMADANI/jpnn)
TRY OUT : Beberapa siswa dari sejumlah SD mengikuti try out di salah satu SMP swasta, Minggu (10/1). BOS Pendamping untuk SD dan SMP tidak cair selama tahun lalu. (K. ANAM SYAHMADANI/jpnn)

TEGAL – Bantuan Operasional Siswa (BOS) Pendamping untuk Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta tidak cair selama tahun 2015. BOS Pendamping sebesar Rp 165 ribu per siswa per tahun ini, diketahui tidak cair karena terkendala sejumlah peraturan.

Sehubungan dengan itu, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal tidak mau tinggal diam. Mereka bersepakat untuk mengundang tiga dinas sekaligus. Yakni, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). “Kami ingin tahu alasan sebenarnya, mengapa satu pun tidak ada yang cair,” kata Anggota Komisi I Sisdiono Ahmad.

Sisdiono dengan tegas mengatakan, jika yang menjadi alasan sekolah harus berbadan hukum untuk dapat menerima bantuan tersebut, hal itu tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Sebab, sekolah telah memiliki dasar hukum sejak berdiri. Hanya saja, dasar hukum tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, bukan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.