Diharapkan Berdampak Peningkatan Ekonomi

1141
SIAP DIRESMIKAN : Jembatan Surabayan, kini berubah nama menjadi Jembatan Pringgodani, karena menghubungkan Kecamatan Wonopringgo dan Kedungwuni. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
SIAP DIRESMIKAN : Jembatan Surabayan, kini berubah nama menjadi Jembatan Pringgodani, karena menghubungkan Kecamatan Wonopringgo dan Kedungwuni. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
SIAP DIRESMIKAN : Jembatan Surabayan, kini berubah nama menjadi Jembatan Pringgodani, karena menghubungkan Kecamatan Wonopringgo dan Kedungwuni. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
SIAP DIRESMIKAN : Jembatan Surabayan, kini berubah nama menjadi Jembatan Pringgodani, karena menghubungkan Kecamatan Wonopringgo dan Kedungwuni. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Jembatan Subarayan yang baru saja dibangun dengan anggaran Rp 26 miliar, kini tidak lagi disebut dengan nama tersebut. Pasalnya pasca peresmian jembatan yang akan dilakukan oleh Bupati Pekalongan, Kamis (14/1) mendatang, berubah nama dengan sebutan Jembatan Pringgodani.

Nama Jembatan Pringgodani diambil karena menghubungkan dua Kecamatan, yakni Kecamatan Wonopringgo dan Kedungwuni, dan anggaran pembangunan jembatan tersebut berasal dari bantuan keuangan provinsi Jateng Rp 18 miliar, serta APBD Kabupaten Pekalongan Rp 8 miliar.

Kabag Humas Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi menjelaskan Jembatan Surabayan akan diresmikan langsung Bupati Pekalongan, Amat Antono, Kamis (14/1).

Menurutnya peresmian akan dilaksanakan di sisi selatan jembatan Surabayan, sekalian mengubah nama Jembatan Surabayan tersebut menjadi Jembatan Pringgodani. Anis menjelaskan bahwa Jembatan Surabayan dibangun tidak saja megah namun juga mempertimbangkan nilai estetika pada arsitekturnya. Sehingga kini jembatan tersebut menjadi kebanggan warga Kabupaten Pekalongan dan menjadi yang termegah di Jawa Tengah.