Kecewa, KIS Tak Bisa Digunakan

Diblokir, Pasien Terpaksa Bayar Sendiri

2006
TAK BISA DIGUNAKAN: Komandan Banser Demak, Mustain menunjukkan kartu Indonesia sehat (KIS) milik Karsilah warga Desa Temuroso, Kecamatan Guntur yang dinyatakan terblokir saat dirawat di RSI NU Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK BISA DIGUNAKAN: Komandan Banser Demak, Mustain menunjukkan kartu Indonesia sehat (KIS) milik Karsilah warga Desa Temuroso, Kecamatan Guntur yang dinyatakan terblokir saat dirawat di RSI NU Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK BISA DIGUNAKAN: Komandan Banser Demak, Mustain menunjukkan kartu Indonesia sehat (KIS) milik Karsilah warga Desa Temuroso, Kecamatan Guntur yang dinyatakan terblokir saat dirawat di RSI NU Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK BISA DIGUNAKAN: Komandan Banser Demak, Mustain menunjukkan kartu Indonesia sehat (KIS) milik Karsilah warga Desa Temuroso, Kecamatan Guntur yang dinyatakan terblokir saat dirawat di RSI NU Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK-Pemanfaatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk warga miskin saat dirawat di rumah sakit ternyata hanya isapan jempol belaka. KIS tersebut tidak dapat digunakan lantaran kartu tersebut terblokir. Akibatnya, pasien yang dirawat di rumah sakit terpaksa membayar biaya perawatan sendiri.

Ini seperti dialami Karsilah, 67, warga miskin dari Dukuh Jasun RT 1 RW 2, Desa Temuroso, Kecamatan Guntur. Semula, Karsilah dirawat di Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) pada 4 Januari 2016 lalu lantaran sakit liver. Saat mendaftar sebagai pasien rawat inap, pihak keluarga sempat dimintai berbagai surat keterangan yang dibutuhkan, diantaranya surat rujukan dari Puksesmas Guntur I, kartu keluarga (KK), kartu penduduk (KTP) dan kartu jaminan kesehatan KIS tersebut.

Pasien pun dibawa ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSI NU untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, pasien rawat inap di RSI NU selama 2 hari. Namun, lantaran tidak ada perubahan yang berarti terkait kesehatannya, akhirnya pasien minta pulang saja. Namun, ketika hendak pulang dan mau membayar biaya perawatan ternyata kartu KIS BPJS kesehatan tidak bisa digunakan dengan alasan terblokir. Mendengar keterangan petugas RSI NU seperti itu, pihak keluarga pasien pun terkejut. Sebab, sejak awal masuk rawat inap itu, kartu KIS sudah ditunjukkan petugas RSI dan tidak ada persoalan. “Tapi, giliran mau pulang KIS tidak dapat dipakai atau tidak berlaku. Mestinya diberitahu sejak mendaftar rawat inap,” ujar Sarifudin, keponakan pasien, kemarin. Akhirnya, mau tidak mau pasien membayar biaya perawatan sebesar Rp 1.857.000.