Pemakai Material Ilegal Akan Dihukum

395
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemprov Jawa Tengah berjanji akan menindak tegas kontraktor yang menggunakan bahan baku ilegal. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah menginstruksikan kebijakan tersebut ke 35 kabupaten/kota.

Kepala Bidang Geologi, Mineral, dan Batubara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah Achmad Gunawan mengatakan, instruksi diterapkan dengan pembuatan surat edaran. Gubernur memerintahkan agar seluruh kepala daerah melakukan pembangunan infrastruktur dengan material dari pertambangan berizin. ”Surat edarannya sudah disebarkan. Jadi ini harus dilaksanakan,” katanya.

Pemprov berjanji bakal menindak tegas kontraktor yang menggunakan bahan baku ilegal. Bahkan, pelaku bisa terancam 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Ini sesuai dengan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara. ”Ancaman hukuman penggunaan material ilegal sama dengan ancaman hukuman bagi para pelaku praktik tambang tanpa izin,” ujarnya.

Dia memastikan untuk kebutuhan material mencukupi. Meskipun tahun ini terus dicanangkan tahun infrastruktur dengan anggaran Rp 2,5 miliar. Dilihat dari jumlah izin pertambangan galian C yang ada, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sebenarnya masih bisa memenuhi meskipun kebutuhannya menyebar. ”Kalau untuk kebutuhan masih tercukupi. Kami optimistis, karena banyak juga yang sudah berizin,” tambahnya.

Dinas ESDM Jateng selama ini telah menertibkan 107 praktik pertambangan galian C atau mineral non-logam dan batuan ilegal yang tersebar di 35 kabupaten/kota selama periode Februari hingga Desember 2015. ”Galian C ilegal harus ditertibkan. Karena dalam praktiknya merusak lingkungan sekitar,” kata anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Muhammad Ngainirricardl. (fth/ric/ce1)