Pemprov Jateng ’Kecolongan’ Gafatar

477
SUDAH KOSONG: Bangunan dua lantai di Jalan Karanggawang Baru No 17 RT 02 RW 06 Kelurahan Tandang Tembalang yang dikontrak sebagai markas Gafatar Kota Semarang sejak Juli 2015 lalu. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
SUDAH KOSONG: Bangunan dua lantai di Jalan Karanggawang Baru No 17 RT 02 RW 06 Kelurahan Tandang Tembalang yang dikontrak sebagai markas Gafatar Kota Semarang sejak Juli 2015 lalu. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jateng merasa ’kecolongan’ dengan Organiasai Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Sebab, gerakan yang kini dicap aliran sesat ini pernah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng sejak 2011 silam. Meski begitu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono mengaku tidak tahu jika Gafatar pernah melakukan mediasi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dia hanya tahu jika Gafatar pernah ada di Semarang dan pindah ke Kalimantan. ”Tapi saya belum tahu secara detail,” katanya, Selasa (12/1) kemarin

Dikatakan, Gafatar merupakan sebuah organisasi sesat yang memiliki ajaran tidak benar. Beberapa waktu lalu, Sri mengaku sempat berbincang dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). ”Gafatar merupakan penganut agama tertentu tapi amalannya tidak sesuai kitab. Menyimpang dan sudah membuat warga merasa resah,” ucapnya.

Cara gerak Gafatar boleh dibilang sembunyi-sembunyi. Pasalnya, banyak warga yang menghilang diduga telah mengikuti kelompok tersebut. Bahkan, PNS Banyumas yang menghilang secara tiba-tiba beberapa waktu lalu juga diduga telah ikut Gafatar.