Tol Bawen Terkendala Tanah Warisan

393
Muhammad Ngainirrichard. (dok)

SEMARANG – Pembangunan jalan tol Bawen-Solo masih terkendala pembebasan lahan. Dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sri Puryono, beberapa lahan di wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga pembebasannya masih alot.

”Soalnya itu tanah warisan, dan pewarisnya belum sepakat,” ucapnya usai makan siang dengan sejumlah awak media, Selasa (12/1). Hingga saat ini, Sri mengaku tengah melakukan lobi-lobi. Jika deadlock tanpa jalan keluar, pihaknya akan menggunakan Peraturan Presiden (Perpres) 71 dan Undang Undang nomor 2 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Meski begitu, lahan milik penduduk itu akan dicarikan penggantinya. ”Tapi penggantinya sesuai dengan nominal. Bukan besaran lahan. Misalnya harganya Rp 100 juta, wajib diganti lahan lain yang senilai Rp 100 juta meski luasnya lebih kecil,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, saat ini, progres pembangunan tol telah mencapai 70 persen. Proyek ini akan terus dikebut lantaran targetnya akhir tahun ini selesai. ”Harapannya 2018 sudah harus selesai semua. Peralihan investor lama ke baru yang tengah ditangani PT Jasa Marga kan juga butuh waktu untuk proses dan administrasinya,” pungkasnya.

Sebelumnya pembebasan lahan tol Semarang-Solo seksi III dan IV mulai dari Bawen hingga Salatiga molor dari target penyelesaian di 2015. Hingga masuk 2016, masih ada sisa lahan yang belum terbebaskan. Bahkan di seksi IV yang semestinya sudah dilakukan pembayaran, urung dilakukan sebab anggaran sebesar Rp 150 miliar dialihkan untuk kegiatan lainnya.

Ketua Panitia Pengadaan Tanah, Joko Suprapto mengatakan, untuk seksi III pembebasan lahannya sudah mencapai 96,7 persen dari total target pembebasan sebanyak 1.514 bidang tanah. Sisanya masih ada 3 persen lebih atau sekitar 52 bidang tanah masih belum selesai pembebasannya. (amh/ric/ce1)