Bronjong Kali Kutho Habiskan Rp 3 Miliar

357

SEMARANG – Pemprov Jateng menggelontor dana Rp 3 miliar, dalam mengatasi tanggul di Kali Kutho, Kecamatan Rawosari, Kendal yang sebelumnya jebol akibat banjir. Selain itu, sebelum bronjong dibangun, dulunya hanya ada tanggul. Sedangkan jarak antara Kali Kutho dengan rumah warga hanya sekitar 2 meter. Tapi saat ini, tanggul Kali Kutho, sudah dibangun kokoh.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso mengapreasi pembangunan tanggul di Kali Kutho. Sebab, dalam rentang 2015 pembangunan sudah rampung. Yakni bronjong sepanjang 340 meter dengan ketinggian 2,5 meter. ”Saya kira pembangunan ini cepat, jadi warga tidak perlu waswas ketika musim hujan datang dan sungai tidak bakal meluap,” katanya, kemarin.

Selain membangun bronjong, Pemprov Jateng juga menguruk sebagian lahan sehingga jarak sungai dengan rumah semakin menjauh. ”Namun pembangunan tidak boleh hanya sampai di situ, harus terus. Karena di Jateng banyak sungai atau kali yang dekat dengan permukiman warga dan membahayakan,” ujarnya.

Meski begitu, sejumlah anggota Komisi D DPRD Jateng menyorot pembangunan bronjong di Kali Kutho yang menggunakan batu belah saat melakukan kunjungan ke lokasi tersebut. Sebab, batu tersebut secara kualitas dinilai masih kurang bagus untuk pembangunan bronjong. Dan kondisi ini masih rawan terjadi longsor karena bakal tergerus air sungai. ”Mestinya jangan pakai batu belah, ada batu yang kualitasnya lebih bagus,” tambahnya.

Pemprov Jateng pada 2015 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk pembangunan bronjong di Kali Kutho, Kecamatan Rowosari Kendal. Pembangunan dikebut, setelah ada instruksi dari Gubernur Jateng pasca terjadinya banjir di sepanjang Kali Kutho akibat tanggul jebol. ”Pembangunan murni dari APBD 2015, dan sekarang sudah rampung. Bronjong yang dibangun 340 meter,” kata Kasi Pembangunan dan Konservasi Dinas PSDA Jawa Tengah.

Kali Kutho merupakan sungai yang menghubungkan langsung dengan laut. Sejumlah warga di sekitar lokasi berprofesi sebagai nelayan dan petani. Pembangunan bronjong ini juga sebagai antisipasi banjir dan mempermudah akses warga nek laut. ”Sungai Kutho ini kedalamannya hampir 8 meter. Jadi pembangunan bronjong ini memang perioritas,” tambahnya. (fth/ida/ce1)