60 Persen Tamu Hotel Solo dari Semarang

504
KUNJUNGAN: General Manager Fave Hotel Solo Baru & Adisucipto Solo, Oji Faharurrazi, berfoto bersama dengan Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGAN: General Manager Fave Hotel Solo Baru & Adisucipto Solo, Oji Faharurrazi, berfoto bersama dengan Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGAN: General Manager Fave Hotel Solo Baru & Adisucipto Solo, Oji Faharurrazi, berfoto bersama dengan Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
KUNJUNGAN: General Manager Fave Hotel Solo Baru & Adisucipto Solo, Oji Faharurrazi, berfoto bersama dengan Pemred Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Masyarakat Kota Semarang diakui menjadi empuk bagi hotel-hotel berbintang di Solo untuk mengejar traget okupansi. Solo, selama ini merupakan salah satu kota bisnis yang menarik dengan potensi wisata yang sangat besar.

GM Fave Hotel Solo Baru dan Adisucipto Solo, Oji Faharurrazi mengatakan, saat ini sasaran pasar hotel Fave 60 persen adalah kalangan pebisnis dan wisatawan asal Kota Semarang. Selain Semarang, beberapa kota yang menyumbang tamu terbesar adalah Boyolali dan Klaten. “Okupansi weekend lebih tinggi, antara 70-100 persen. Sementara untuk hari biasa mencapai 70 persenan. Sebanyak 60 persen okupansi berasal dari Semarang,” katanya saat berkunjung ke Kantor Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Selain masalah bisnis, besarnya okupansi juga ditunjang adanya sektor pariwisata dan event khusus seperti Solo Great Sale yang akan digelar. Solo pun termasuk kota yang dinamis karena penyerapan pasar sangat tinggi walaupun ada sekitar 43 hotel berbintang di kota tersebut. “Tantangannya tentu persaingan harga, namun bisa disiasati dengan kwalitas layanan, makanan dan lain-lainnya. Kalau ikut perang harga, tentu tidak ada habisnya,” tukasnya.