Alutsista AL Semarang Minim, Mendesak Dipenuhi

425
MENDESAK: Elka Setyawan (kiri) saat memimpin serah terima jabatan di Dermaga Samudra 1 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENDESAK: Elka Setyawan (kiri) saat memimpin serah terima jabatan di Dermaga Samudra 1 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENDESAK: Elka Setyawan (kiri) saat memimpin serah terima jabatan di Dermaga Samudra 1 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENDESAK: Elka Setyawan (kiri) saat memimpin serah terima jabatan di Dermaga Samudra 1 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kebutuhan alutsista terutama di sektor perairan sangat mendesak. Hal tersebut dikatakan oleh Komandan Lanal Semarang Kolonel Laut Elka Setyawan saat ditemui usai serah terima Komandan Kapal Angkatan Laut (KAL) Terapang 648 di Dermaga Samudra 1 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (13/1).

Hal tersebut ditunjukkan dengan minimnya KAL yang menjaga perairan Jawa Tengah. ”Ibaratnya kalau tanah 10 hektar harus dijaga oleh 30 kapal, saat ini baru ada 5 kapal dan itu sangat jauh dari kata ideal,” ujar Elka, Rabu (13/1).

Berdasarkan data yang dimiliki Lanal Semarang, saat ini pihaknya hanya memiliki satu KAL. Hal tersebut sangat jauh dari kata ideal, berdasarkan luas wilayah cakupan pengawasannya yang mencapai laut utara Karimunjawa membutuhkan lima KAL. ”Kebutuhannya dari perhitungan perbandingan pengawasan. Wilayah pengawasan kita mulai dari Kendal sampai Tuban, sampai utara Karimun, dan hanya memiliki satu kapal,” katanya. Untuk wilayah Semarang sendiri memerlukan dua KAL yang bertugas untuk mengawasi sisi perairan.