Dijanjikan Jadi PNS, Rp 55 Juta Amblas

330

DEMAK- Nasib apes dialami Karsini, 31, warga Desa Bumiharjo RT 6 RW 3, Kecamatan Guntur. Keinginannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) gagal total lantaran diduga kena penipuan.

Sebagai korban, ia terpaksa melaporkan Dwi ES, warga Perum Arum Kuncoro Blok D /III, Kecamatan Wonosalam. Kejadian dugaan penipuan itu bermula ketika saudara korban, Siti Sariatun, 24, warga Desa Bogosari, Kecamatan Guntur ditawari oleh Dwi (terlapor) bahwa ada orang (kenalan) yang bisa memasukkan menjadi PNS dengan biaya Rp 130 juta.

Bila tidak diterima, maka uang akan dikembalikan semua. Mendengar kabar itu, korban yang dikabari saudaranya itu pun percaya. Ketentuan untuk menjadi PNS itu adalah harus memberikan uang muka Rp 30 juta. Karena itu, pada Sabtu 27 September 2014, korban kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta kepada terlapor.

Uang itu digunakan untuk pengambilan soal CPNS. Agar korban yakin, maka terlapor memberikan contoh soalnya. Kemudian, pada Jumat 3 Oktober 2014, korban memberikan uang lagi sebesar Rp 25 juta. Dalam perkembangannya, utamanya pada saat pengumuman nomor ujian, ternyata korban tidak memperoleh nomor tersebut.

Korban pun menghubungi terlapor mengenai masalah tersebut. Saat itu, terlapor memberitahukan agar disediakan uang lagi Rp 50 juta guna mendapatkan nomor ujian. Namun, saat itu korban hanya punya uang Rp 25 juta dan uang itu kemudian diserahkan pada Rabu 15 Oktober 2014 di rumah terlapor.

Pada saatnya, korban pun tetap tidak mendapatkan nomor ujian. Meski sudah dicek diinternet, nama korban tetap tidak tercantum dalam daftar. Mengetahui kondisi itu, korban pun merasa tertipu dan akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polres Demak. Laporan itu dilakukan setahun lebih setelah kejadian dugaan penipuan tersebut. Kapolres Demak, AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, terkait kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 55 juta. “Kasus ini sedang didalami,” katanya. (hib/zal)