Dua Pasutri Cetak dan Edarkan Upal

628
GELAR PERKARA: Lima anggota jaringan pembuat dan pengedar uang palsu (upal) yang berhasil diringkus aparat Polsek Semarang Utara. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA: Lima anggota jaringan pembuat dan pengedar uang palsu (upal) yang berhasil diringkus aparat Polsek Semarang Utara. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA: Lima anggota jaringan pembuat dan pengedar uang palsu (upal) yang berhasil diringkus aparat Polsek Semarang Utara.  (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA: Lima anggota jaringan pembuat dan pengedar uang palsu (upal) yang berhasil diringkus aparat Polsek Semarang Utara. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Lima anggota jaringan pembuat dan pengedar uang palsu (upal) berhasil diringkus aparat Polsek Semarang Utara. Dari lima tersangka yang ditangkap, empat di antaranya merupakan pasangan suami-istri (pasutri). Mereka merupakan pemasok upal yang biasa diedarkan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil menyita upal senilai total Rp 507 juta.

Kelima tersangka tersebut diringkus di dua lokasi berbeda. Pertama di Hotel Oewa Asia Jalan Kolonel Soegiyono, Semarang Utara, pada Rabu (6/1) malam. Di tempat tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka, yakni Samsul Bahri, 41, warga Jalan Ratu Elok RT 01 RW 01, Desa Ratu Elok, Kecamatan Manismata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, serta pasutri bernama Dedi Kusmawansyah, 35, dan Hindun, 29, warga Jalan Pengeran Kesuma Indra RT 02 RW 01, Desa Ratu Elok, Kecamatan Manismata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.