Jumlah Santri Berkurang setelah Kerap Dilanda Banjir

Melongok Ponpes Salafi Luhur Dondong, Ngaliyan yang Sudah Berusia 407 Tahun

945
SISA BANGUNAN ASLI: Seorang santri sedang melakukan aktivitas mengaji dibimbing pengasuh Ponpes Salafi Luhur Dondong. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
SISA BANGUNAN ASLI: Seorang santri sedang melakukan aktivitas mengaji dibimbing pengasuh Ponpes Salafi Luhur Dondong. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
SISA BANGUNAN ASLI: Seorang santri sedang melakukan aktivitas mengaji dibimbing pengasuh Ponpes Salafi Luhur Dondong. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
SISA BANGUNAN ASLI: Seorang santri sedang melakukan aktivitas mengaji dibimbing pengasuh Ponpes Salafi Luhur Dondong. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pondok Pesantren (Ponpes) Salafi Luhur atau Ponpes Dondong tak lepas dari sejarah penyebaran agama Islam di Jateng, khususnya Kota Semarang. Ponpes di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan ini termasuk ponpes tua. Karena diperkirakan sudah berdiri sejak 1609 silam atau sudah berusia hampir 407 tahun. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

PONPES Salafi Luhur terletak di Kampung Dondong, Wonosari, Ngaliyan. Tak heran jika akhirnya dikenal sebagai Ponpes Dondong. Lokasi hanya berjarak sekitar 25 meter dari Jalan Pantura Semarang-Kendal, tepatnya di belakang RM Sampurna Mangkang. Saat koran ini menyusuri Gang Kampung Dondong, di tengah permukiman tampak beberapa makam tua yang letaknya di belakang musala. Nah, tepat di sisi kanan musala terdapat Ponpes Dondong.

Saat awal didirikan oleh Kiai Syafii Pijoro Negoro, ponpes ini memiliki banyak santri. Namun saat ini kondisi ponpes tua ini sepi lantaran pada 2010 silam, daerah ini diterjang banjir setinggi 2 meter hingga menyebabkan bangunan ponpes roboh.