Jumlah Santri Berkurang setelah Kerap Dilanda Banjir

Melongok Ponpes Salafi Luhur Dondong, Ngaliyan yang Sudah Berusia 407 Tahun

956

Pengurus Ponpes Dondong, Tubagus Mansur, mengatakan, jika sebelum diterjang banjir, ponpes dan musala yang ada masih dalam kondisi bangunan asli. Karena roboh, akhirnya hanya tersisa satu bangunan ponpes yang kini hanya ditempati sekitar 20 santri.

”Masa jayanya dulu ada ratusan santri yang nyantri di sini. Sampai akhirnya diterjang banjir dan terbakar beberapa waktu lalu, sehingga banyak santri yang pindah,” kenang pria yang akrab disapa Gus Toba ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Gus Toba menceritakan, sejarah Ponpes Dondong atau Ponpes Salafi Luhur yang dikelolanya itu didirikan oleh Kiai Syafii Pijoro Negoro bin Kiai Guru Muhammad Sulaiman Singonegoro. Pesantren tersebut berdiri pada 1609.

Menurut cerita dari keluarganya, Kiai Syafii adalah pejuang Kerajaan Mataram. Dia komandan pasukan Sultan Agung yang menyerang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur di Batavia pada 1629. Dalam perjalanannya, Kiai Syafii singgah dan kemudian bermukim di tempat yang sekarang bernama Kampung Dondong. ”Dulu hanya mendirikan padepokan, namun semakin lama semakin berkembang hingga memiliki ratusan santri dari berbagai daerah,” ceritanya.

Gus Toba yang merupakan keturunan ketujuh dari Kiai Syafii mengaku, jika kondisi ponpes sekarang berbanding terbalik dengan sebelum terkena musibah banjir. Diceritakan, pada 2010 banjir bandang menerjang dan menelan tiga korban jiwa yang semuanya balita. ”Bangunan asli ada yang roboh, dan tahun 2012 ada yang terbakar. Semua data sejarah berupa lembaran kertas pun tersapu banjir,” kenangnya.

Akibat bencana banjir, selain bangunan ponpes, musala yang ada tepat di depan pondok juga rusak. Kini bangunan ponpes hanya tersisa satu ruangan yang masih asli. Sementara bangunan yang hancur serta musala yang mengalami kerusakan, kini sedang dibangun secara swadaya oleh masyarakat. ”Kalau bangunan asli hanya tinggal satu, yang lain roboh. Musala pun kini sedang dibangun dan ditinggikan agar tidak kebanjiran,” jelasnya.