PIS Ke-13 Digelar Berbeda

355

BALAI KOTA – Pasar Imlek Semawis (PIS) sebagai agenda tahunan Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopi Semawis) akan digelar pada 5 Februari hingga 7 Februari 2016.

Panitia PIS yang diketuai oleh Haryanto Halim, Kamis (14/1) bertemu dengan Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto guna meminta dukungan dalam penyelenggaraan event tahunan yang mengangkat budaya Pecinan itu.

Menurut Haryanto penyelenggaraan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya pembukaan Pasar Imlek Semawis dilakukan di panggung terbuka menghadap penonton, namun tahun ini pembukaan dilakukan dengan tuk panjang atau makan bersama di meja panjang yang diikuti oleh tokoh masyarakat, pejabat pemerintah dan perwakilan warga Pecinan yang berjumlah sekitar 200 orang. ”Karena tema tahun ini adalah Gelar Tuk Panjang, Sedepa Jadi Sehasta, makanya yang jauh didekatkan,” terangnya.

Lebih teknis, Haryanto menjelaskan, dalam pembukaan ini undangan yang hadir akan duduk berhadap-hadapan di meja panjang di sepanjang Jalan Wotgandul Timur dengan hidangan makanan khas dari Pecinan. ”Tuk panjang sebenarnya merupakan tradisi lama yang sudah mengakar di masyarakat digali kembali, dengan nguri-uri budaya seperti ini diharapkan keunikan kawasan Pecinan yang mengedepankan kebersamaan, persaudaraan akan semakin kuat,” harapnya.

Selama berlangsungnya PIS, Jalan Wotgandul Timur yang biasanya ditutup total, untuk tahun ini dibuka separo satu arah dari Beteng ke Sebandaran mulai pukul 00.00 sampai 15.00. Selanjutnya mulai pukul 15.00 sampai 24.00 ditutup total karena digunakan sebagai area Tuk Panjang.

Pj wali kota mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan akan mendukung salah satu event budaya Kota Semarang ini. Namun dengan catatan jangan asal-asalan, harus melakukan penyempurnaan kekurangan yang ada di tahun-tahun sebelumnya. Misalnya permasalahan kebersihan, dan perpakiran. ”Kami berharap kita evaluasi mana-mana yang harus kita lakukan penyempurnaan, agar setiap tahunnya event ini semakin menarik,” tandas Tavip.

Pihaknya berharap agar nantinya penjual yang ada di Pasar Imlek Semawis bisa menjaga kebersihannya di tempat lapak masing-masing dengan cara menyediakan tempat sampah. ”Apalagi ini sudah musim penghujan, banyak wabah penyakit jika tidak menjaga perilaku hidup sehat,” urai Tavip. (zal/ce1)