Ashadi Gugat Disparbud di PTUN Semarang

373
BONGKAR: Warung yang didirikannya di area parkir Tembiring memicu kontroversi. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BONGKAR: Warung yang didirikannya di area parkir Tembiring memicu kontroversi. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BONGKAR: Warung yang didirikannya di area parkir Tembiring memicu kontroversi. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BONGKAR: Warung yang didirikannya di area parkir Tembiring memicu kontroversi. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Upaya pembongkaran warung yang didirikan Ashadi, warga Kauman Kota Demak, pada 4 November 2015 di area parkir wisata Tembiring berbuah gugatan. Ashadi melayangkan atau mendaftarkan gugatan ke PTUN Semarang pada 16 November 2015 dengan objek gugatan surat yang diterbitkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Demak.

Surat bernomor 556/855/2015 ini terkait tentang perihal pemberitahuan perintah membongkar bangunan / kios dengan batas waktu tanggal 4 November 2015 pukul 12.00 dengan atas nama Ashadi. Hingga kini, gugatan tersebut masih dalam proses persidangan dengan tahapan agenda sidang replik dan duplik.

Ashadi mengatakan, salah satu alasan atau dasar gugatan yang dilakukannya adalah pihak Disparbud yang bertugas mengelola taman parkir Tembiring tersebut dinilai tidak memiliki payung hukum (perda) yang jelas. “Karena itu, tidak ada MoU dengan pihak PT KAI Daops 4 Semarang dan PSDA Jateng,” kata mantan aktivis LSM ini.