Kampus Tak Tegas Tindak Plagiarisme

385
HARUS ADA SANKSI: Jamal Wibowo dari Kemenristek Dikti di Kampus Unissula, kemarin, menyampaikan keprihatinannya terhadap tindak plagiarisme yang dilakukan para akademisi. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS ADA SANKSI: Jamal Wibowo dari Kemenristek Dikti di Kampus Unissula, kemarin, menyampaikan keprihatinannya terhadap tindak plagiarisme yang dilakukan para akademisi. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS ADA SANKSI: Jamal Wibowo dari Kemenristek Dikti di Kampus Unissula, kemarin, menyampaikan keprihatinannya terhadap tindak plagiarisme yang dilakukan para akademisi. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS ADA SANKSI: Jamal Wibowo dari Kemenristek Dikti di Kampus Unissula, kemarin, menyampaikan keprihatinannya terhadap tindak plagiarisme yang dilakukan para akademisi. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KALIGAWE – Lantaran kampus tidak tegas dalam menindak tindak plagiarisme di dunia akademis, plagiarisme semakin tumbuh subur. Tragisnya, tidak hanya mahasiswa yang melakukan praktik plagiarisme, tapi juga kerap dilakukan oleh para dosen.

Hal itu dikatakan oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenristek Dikti, Jamal Wibowo di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kamis (14/1) kemarin. Menurutnya, model plagiarisme yang dilakukan mahasiswa antara lain dengan memasukkan sebuah kutipan ke dalam karya tulis tanpa mencantumkan sumber yang sebenarnya. ”Dalam penulisan karya tulis ilmiah seperti halnya skripsi, kerap ditemukan,” ujar Jamal.

Melihat mirisnya praktik plagiarisme tersebut, Kemenristek Dikti meminta kepada pihak kampus agar menerapkan sistem penyaringan tulisan yang ketat. Selain itu, perlu pemberian sanksi tegas guna menekan angka plagiarisme di dalam dunia akademis.