PSIS Siap Jadi Tuan Rumah KLB PSSI

380

SEMARANG – Desakan pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk merombak kepengurusan PSSI di bawah komando La Nyalla Mattaliti saat ini terus bergulir. Termasuk bagi tim PSIS Semarang yang secara terang-terangan menginginkan KLB segera di gelar.

Bahkan baru-baru ini tim Mahesa Jenar disebut menjadi pionir digelarnya KLB yang menurut Sirektuk Teknik PSIS KLB menjadi satu-satunya solusi yang bisa menyelesaikan masalah persepakbolaan Indonesia saat ini. “Kalau memang solusinya itu menurut saya ya harus dilakukan. Bahkan kalau Semarang ditunjuk sebagai tuan rumah saya rasa kami tidak keberatan,” kata mantan Manajer teknik tim Mahesa Jenar itu.

Senada dengan Agung, mantan General Manajer (GM) PSIS Ferdinand Hindiarto juga berpendapat satu-satunya jalan yang bisa menyelamatkan depak bola Indonesia adalah KLB.

Karena menurutnya saat ini kedua tokoh yang bertika yaitu La Nyalla Mattaliti sebagai Ketua PSSI dan Imam Nahrowi sebagai Menpora sama-sama bersikeras untuk mempertahamkan keputusan masing-masing hingga akhirnya sepak bola Indonesia mengalami kevakuman. “Saya kira keinginan Pak Menpora kan jelas, selama PSSI masih seperti sekarang pembekuan tidak akan dicabut. Jadi solusinya kalau PSSI tidak dirombak melalui KLB ya menunggu ada reshufle kabinet. Dan kemungkinan terbesar saat ini kan ya hanya KLB,” kata Ferdinand.

Namun tokoh sepak bola yang juga akademisi itu juga mengakui, butuh adanya suara dari tim lain diluar PSIS yang menginginkan ada KLB agar agenda tersebut bisa segera terealisasi. “Saya kira saat ini semua tim kondisinya juga sama yaitu sedang mengalami kejenuhan karena kompetisi sudah terlalu lama vakum. Makanya selain PSIS harus ada beberapa tim lain yermasuk tim ISL (Indonesia Super League) yang berani mendorong terwujudnya KLB,” terang mantan anggota tim penjaringan dalam Kongres PSSI April 2015 itu. (bas/smu)