Perbatasan Ungaran Dijaga Polisi Bersenjata

Pasca Bom Sarinah Jakarta

430
SIAGA TERORIS: Polisi melakukan pemeriksaan kendaraan di perbatasan Ungaran-Kota Semarang, Kamis (14/1) malam. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAGA TERORIS: Polisi melakukan pemeriksaan kendaraan di perbatasan Ungaran-Kota Semarang, Kamis (14/1) malam. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAGA TERORIS: Polisi melakukan pemeriksaan kendaraan di perbatasan Ungaran-Kota Semarang, Kamis (14/1) malam. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAGA TERORIS: Polisi melakukan pemeriksaan kendaraan di perbatasan Ungaran-Kota Semarang, Kamis (14/1) malam. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Kepolisian di Kabupaten Semarang meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan teroris di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu. Wilayah perbatasan dijaga ketat dengan melakukan razia kendaraan serta mengintensifkan patroli di kawasan bisnis dan objek vital. Sejumlah polisi berpakaian preman dengan senjata lengkap juga disiagakan di sejumlah titik rawan aksi teror. Razia dilakukan dengan pengecekan kelengkapan surat-surat kendaraan, kemudian dilakukan pemeriksaan kendaraan dan barang bawaan.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Semarang, Kompol Sulistyo, menyatakan, ada empat zona terutama pintu masuk ke Kabupaten Semarang yang dilakukan pengawasan. Seperti jalur utama dari Kota Semarang, Gunungpati, Pringapus, Bawen, Ambarawa, dan Sruwen. “Razia ini diilakukan untuk mempersempit ruang gerak teroris,” ungkapnya di sela-sela kegiatan razia di perbatasan Kota Ungaran.