Siaga Satu, Polisi Dilarang Tinggalkan Tugas

343
LANGGAR ATURAN: Petugas Polres Demak menilang dan mengecek kelengkapan surat pengendara mobil saat operasi teroris dijalan pantura Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
LANGGAR ATURAN: Petugas Polres Demak menilang dan mengecek kelengkapan surat pengendara mobil saat operasi teroris dijalan pantura Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
LANGGAR ATURAN: Petugas Polres Demak menilang dan mengecek kelengkapan surat pengendara mobil saat operasi teroris dijalan pantura Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
LANGGAR ATURAN: Petugas Polres Demak menilang dan mengecek kelengkapan surat pengendara mobil saat operasi teroris dijalan pantura Demak, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK-Status siaga satu pasca ledakan bom di Sarinah, Jakarta membuat semua jajaran aparat kepolisian, termasuk di Demak selalu waspada. Bahkan, personel kepolisian dilarang meninggalkan tempat atau meninggalkan tugas yang dijalankan.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo menegaskan, jika ketahuan ada anggota kepolisian yang meninggalkan tempat dan tugasnya, maka akan langsung berhadapan dengan provost untuk ditindak dan diberikan sanksi. “Kalau mau ada urusan wajib ajukan izin dulu. Karena itu, tidak boleh meninggalkan tempat dan tugas. Kalau ada anggota yang ketahuan pergi keluar daerah kita sudah koordinasi dengan jajaran Polres sekitar untuk menangani,” katanya.

Selain itu, Kapolres kemarin juga mengingatkan para Kapolsek agar terus meningkatkan kemampuan intelijen untuk menjaga keamanan masyarakat. Ini diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya kasus terorisme seperti yang terjadi di Jakarta sebelumnya. Sementara itu, untuk mengantisipasi terorisme, patroli rutin didaerah-daerah rawan juga terus ditingkatkan pihak kepolisian. (hib/zal)