Simbol Bersatu Bangun Semarang

422
PANCASILA: Salah satu tamu undangan menempelkan lambang di tubuh replika Tugu Muda. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANCASILA: Salah satu tamu undangan menempelkan lambang di tubuh replika Tugu Muda. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANCASILA: Salah satu tamu undangan menempelkan lambang di tubuh replika Tugu Muda. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANCASILA: Salah satu tamu undangan menempelkan lambang di tubuh replika Tugu Muda. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

TEGALSARI – Sebuah replika Tugu Muda, dengan panjang sekitar dua meter yang dibuat oleh kelompok Masyarakat Damai (Masda) Kota Semarang sengaja dipamerkan kepada ratusan pengunjung yang datang dalam acara ”Nyanyian Syukur, Semarang Akur” di TBRS Jalan Sriwijaya Kota Semarang, Kamis (14/1) malam kemarin.

Replika tersebut dianggap sebagai simbol yang menggambarkan sebuah persatuan dan semangat untuk membangun Kota Semarang.

Ketua Panitia acara Widi Handoko, mengatakan, kegiatan yang diisi dengan musik keroncong ini berlangsung santai, selain musik kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan puisi dari salah seorang seniman Kota Semarang yakni Eko Tunas. Puisi yang dibacakan berisi tentang pemimpin yang harus bersikap adil dan tidak boleh masuk dalam jerat korupsi. ”Semua warga Semarang harus bersatu, entah itu seniman, pegawai atau apa pun butuh sinergi agar Semarang bisa lebih maju,” katanya.