Tingkatkan Kewaspadaan Perketat Keamanan

333

SEMARANG – Status siaga satu pasca aksi terorisme di Sarinah, Thamrin, Jakarta, langsung ditindaklanjuti Direktorat Jenderal Imigrasi pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang isinya memerintahkan kepada kepala kantor Imigrasi dan kepala rumah detensi Imigrasi (Rudenim) agar segera melakukan peningkatan kewaspadaan di kantor Imigrasi, Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) bandar udara, darat serta Rudenim.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Himron melalui Kasi Informatika dan Sarana Komunikasi, Muhammad Asrofah menyatakan dalam SE tersebut ada 4 poin yang diperintahkan selain hal di atas, seperti menugaskan dan memaksimalkan piket di setiap kantor Imigrasi dan Rudenim agar mewaspadai tamu yang mencurigakan masuk dan berada di area gedung kantor. ”Selain itu kami juga diperintahkan melakukan koordinasi dengan instansi pengamanan serta melaksanakan kegiatan pengamanan tersebut kepada DJI.

”Alhamdulilah, di Kota Semarang tanda-tanda adanya bom tidak ditemukan. Kita berharap kejadian seperti di Sarinah tidak terjadi di Semarang,” kata Asrofah kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (15/1).

Asrofah mengaku pihaknya sudah memaksimalkan piket pagi, selain itu melakukan pemeriksaan maksimal TPI yang ada di bandara dan pelabuhan. Dia menyatakan dalam satu TPI di bandara Ahmad Yani Kota Semarang ada 6 petugas. Sedangkan di pelabuhan sifatnya kondisional mengikuti ada tidaknya kegiatan. ”Di pelabuhan biasanya 3-4 petugas,” ungkapnya.

Berbeda dengan di institusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang yang hingga saat ini belum ada Surat Edaran terkait pengamanan adanya teror bom yang sudah terjadi di Sarinah, Jakarta. Hal itu disampaikan Kasi Intelijen Kejari Kota Semarang, Dodik Hermawan yang mengaku belum ada SE terkait adanya bom tersebut baik dari Jaksa Agung (JA), Kepal Kejati (Kajati) Jateng maupun Kepala Kejari Kota Semarang. Namun demikian perintah lisan diakui Dodik sudah diterimanya secara langsung.

”Perintah Kajari Semarang pada saya (Bidang Intelijen, Red) untuk meningkatkan pengamanan baik internal maupun eksternal, aktif untuk berkoordinasi dengan kominda Kota Semarang,” kata Dodik dengan tegas. (jks/zal/ce1)