Ada Adegan Salto dan Aksi Lucu Mbok-Mbok Pasar

Melongok Pentas Ketoprak Mahasiswa Universitas PGRI Semarang

513
SERU:Pementasan ketoprak yang dimainkan para mahasiswa Universitas PGRI Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERU:Pementasan ketoprak yang dimainkan para mahasiswa Universitas PGRI Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERU:Pementasan ketoprak yang dimainkan para mahasiswa Universitas PGRI Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERU:Pementasan ketoprak yang dimainkan para mahasiswa Universitas PGRI Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kesenian ketoprak sudah jarang dipentaskan. Padahal dulu kesenian tradisional ini selalu ditunggu-tunggu warga. Agar tidak punah, sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Semarang (Upgris) pun menggelar pementasan ketoprak. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

SEBELUM berdirinya Kerajaan Majapahit dan Mataram, berdirilah Kadipaten Parang Garuda yang dilambangkan keris rambut pinutung dan kuluk kanigara yang merupakan lambang kekuasaan dan kekuatan simbol kesatuan dan persatuan. Setelah sepeninggal Prabu Gandha Buana, Kadipaten Parang Garuda mengalami kekosongan kepemimpinan. Karena itulah, tampuk kepemimpinan akhirnya diisi oleh putri Prabu Ganda Buana yang bernama Ratu Mekarsari. Namun pada kepemimpinannya, Mekarsari selalu mementingkan kebutuhan pribadinya tanpa peduli dengan rakyat. Akhirnya, kekuasaan yang dipegang Mekarsari tak bertahan lama dan akhirnya runtuh.