Kuntul ‘Srondol’ Jadi Ikon Kini Mulai Bekurang

Menipisnya Populasi Burung Liar di Tengah Kota

806

Habitat burung kuntul liar juga banyak kita temukan di rawa-rawa dan tambak di kawasan Semarang Utara. Namun jumlahnya juga semakin minim. Untuk jenis burung lainnya, rasanya semakin sulit ditemukan di tengah Kota Semarang. Di kawasan Siranda dan sepanjang Jalan Veteran yang masih rimbun pepohonan memang masih bisa ditemukan beberapa burung liar. Misalnya, burung jenis kutilang, cucak rowo, burung gereja, dan derkuku. Namun di tengah perkembangan kota, lama-lama habitat burung tersebut juga terancam.

Pemkot Semarang sendiri mengklaim telah menyediakan taman-taman khusus sebagai tempat perlindungan burung liar. Hal itu tidak lain untuk mempertahankan populasi mereka yang semakin tergerus seiring alih fungsi lahan dan pembangunan kota.

“Di taman kota kami kembangkan vegetasi yang dapat memberikan variasi pakan burung. Misalnya yang menghasilkan ulat atau buah yang biasa dimakan,” ungkap Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Semarang, Budi Prakosa, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (16/1).

Melalui upaya tersebut, lanjut dia, beragam jenis burung akan dengan senang hati singgah di taman itu. Sebab, aneka jenis makanan tersedia untuk mereka. Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan beberapa taman yang khusus untuk memelihara burung. “Seperti di Taman KB Jalan Menteri Supeno yang saat ini telah kami beri burung dara,” katanya. Sayangnya, banyak taman kota yang diberi burung dara akhirnya hilang. Seperti di taman kota Jalan Jenderal Sudirman, Banjir Kanal Barat dan Taman Tirtoagung Banyumanik.

Ke depannya, Budi mengaku akan mengembangkan lagi untuk taman-taman yang lain. Antara lain taman Banjir Kanal Barat, taman Pandanaran, taman Tirto Agung, dan lainnya. Ia juga berencana untuk menambah lebih banyak lagi taman, sehingga populasi burung di Kota Semarang semakin meningkat. “Saat ini baru ada sekitar 200 taman. Untuk penambahan masih dilakukan kajian terlebih dahulu daerah mana yang bisa dikerjakan. Saya rasa ini sudah cukup efektif,” tandasnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menambahkan, pemkot juga terus menggalakkan penanaman pohon dalam kegiatan yang bertajuk gerakan satu miliar pohon. Selain dapat menambah keanekaragaman hayati, juga dapat menarik burung untuk singgah. “Semakin banyak pohon, semakin banyak pula burung yang menempati,” ujarnya.