108 WNA Ilegal Ditampungdi Rudenim Semarang

451

SEMARANG – Sebanyak 108 warga negara asing (WNA) ilegal yang berasal dari sejumlah negara ditampung di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang Jalan Hanoman Raya. Ratusan warga asing tersebut menghadapi sejumlah masalah, seperti tidak memiliki dokumen keimigrasian, masuk ke Indonesia secara gelap, penyalahgunaan izin tinggal, serta pencari suaka.

Kasi Informatika dan Sarana Komunikasi Kantor Imigrasi Klas I Semarang, Muhammad Asrofah, menjelaskan, ke-108 warga asing itu di antaranya berasal dari Afganistan, Pakistan, Iran, dan Palestina.

Asrofah mengaku, hampir setiap minggu selalu ada warga asing yang ditempatkan di Rudenim. Karena itu, Asrofah meminta petugas jaga selalu siaga menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Kehadiran imigran asing di Rudenim Semarang terus bertambah banyak, dan dikhawatirkan tidak mampu lagi menampung para pendatang dari luar negeri tersebut,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (17/1).

Dia menyatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kedutaan negara asal imigran tersebut. Selain itu, pihaknya akan memberikan pembinaan agar tidak melarikan diri. ”Petugas keamanan di Rudenim Semarang tidak boleh lengah dalam mengawasi orang asing yang terus bertambah. Kami juga memberi penyadaran psikologis dan kesehatan mereka (imigran, Red) agar terus dijaga,” tandasnya.

Asrofah menambahkan, imigran asing yang ditempatkan di Rudenim Semarang ada yang sudah berbulan-bulan, dan telah dilaporkan ke perwakilan negara asing yang ada di Jakarta. Belum lagi, orang asing pencari suaka ke negara lain yang nyasar ke Indonesia.

Menurutnya, kebanyakan imigran adalah pengungsi yang tidak mau kembali ke negaranya. Indonesia sendiri hanya dijadikan tempat transit menuju negara ke tiga. ”Padahal kalau pulang biasanya pembiayaan dari International Organization for Migration (IOM) setelah koordinasi dengan kedutaan tempat imigran itu berasal,” ungkapnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Semarang, Himron, menyatakan, kantor imigrasi di samping melakukan pelayanan dan pengawasan keimigrasian kepada masyarakat, fungsi lainnya adalah penegakan hukum. ”Karena itu, untuk pengawasan orang asing, jika berharap kepada kantor imigrasi saja dengan jumlah personel yang terbatas, sulit untuk mencakup semuanya. Sehingga peran serta masyarakat sangat penting,” tandasnya. (jks/aro/ce1)