Jadi Pengojek Cantik

446

Bagi Tanti, dirinya tak perlu malu atau gengsi menjalani pekerjaan sebagai tukang ojek. Apalagi di sela kuliah, dia masih memiliki banyak waktu luang, dan pekerjaan tersebut halal.

”Jika waktu luang tidak dimanfaatkan dengan baik kan malah rugi sendiri. Apalagi saya kuliah kan bawa motor sendiri, jadi bisa dimaksimalkan buat ngojek,” ucap tukang ojek cantik ini.

Meski nyambi sebagai tukang ojek, gadis asli Sukoharjo ini tetap menomorsatukan pendidikan. Karena dirinya datang ke Semarang tujuan utamanya memang untuk belajar. ”Pendidikan tetap nomor satu, dan harus lulus kuliah tepat waktu. Saya tidak mau mengecewakan kedua orang tua saya,” kata mahasiswi semester 3 ini.

Karena kuliah sambil kerja, Tanti pun harus pintar membagi waktu. Biasanya, dia hanya narik sore hari. ”Kuliah kan pagi sampai siang, sorenya baru deh ngojek,” ucapnya sambil tersenyum manis.

Tanti sendiri sangat enjoy menjalani pekerjaannya itu. Karena apa yang dilakukan telah direstui oleh kedua orang tuanya. ”Orang tua saya setuju-setuju saja jika anak gadisnya kuliah sambil mengojek. Asalkan tidak sampai mengganggu kuliah,” ujarnya.

Ke depan, Tanti tak selamanya menjadi tukang ojek. Setelah lulus kuliah, dia akan bekerja sesuai disiplin ilmunya. ”Doakan saya kelak setelah lulus kuliah bisa langsung bekerja dan menjadi kebanggaan orang tua,” harapnya. (klara ningrum ghina tsuraya, mahasiswi jurusan humas fisip undip/sct/aro/ce1)