BLUD Puskesmas Untungkan Masyarakat

442
SERAHKAN SK : Bupati Pekalongan Amat Antono saat menyerahkan surat keputusan kepada Kepala Puskesmas, sebagai pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Puskesmas, di Puskesmas Bojong, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
SERAHKAN SK : Bupati Pekalongan Amat Antono saat menyerahkan surat keputusan kepada Kepala Puskesmas, sebagai pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Puskesmas, di Puskesmas Bojong, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
SERAHKAN SK : Bupati Pekalongan Amat Antono saat menyerahkan surat keputusan kepada Kepala Puskesmas, sebagai pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Puskesmas, di Puskesmas Bojong, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
SERAHKAN SK : Bupati Pekalongan Amat Antono saat menyerahkan surat keputusan kepada Kepala Puskesmas, sebagai pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Puskesmas, di Puskesmas Bojong, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Pasca dibentuknya 28 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), banyak kesiapan yang harus dibenahi. Khususnya managerial internal. Mengingat pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah hal utama yang paling prima.

Namun perubahan status Puskesmas dengan menyandang BLUD kurang didukung sumber daya manusia (SDM). Banyak keluhan masyarakat akan buruknya pelayanan di Puskesmas. Seperti Puskesmas Kedungwuni, buruknya pelayanan bagian pendaftaran masih mendominasi keluhan masyarakat.

“Kalau boleh menyampaikan kritik, bagian pendaftaran harusnya ditangani oleh karyawan yang masih muda, murah senyum dan ramah. Kita berobat karena sakit, masih dibentak-bentak oleh bagian pelayanan pendaftaran,” ungkap Yuliati, warga Perum Pisma Kedungwuni.