Cukai Tembakau Penyumbang Terbesar

297

SEMARANG – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Semarang, mengklaim telah melampaui target dan realisasi penerimaan selama 2015 lalu. Sedikitnya ada tiga sektor yang menjadi penyumbang terbesar, yakni peringkat pertama adalah Cukai Hasil Tembakau (HT) mencapai realisasi Rp 651,7 miliar. Angka itu melejit melampaui angka yang ditargetkan yakni Rp 463,1 miliar, atau mengalami kenaikan 140,72 persen.

Berikutnya adalah realisasi cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), mencapai Rp 418 miliar lebih. Sektor ini tidak mencapai angka yang ditargetkan yakni Rp 602,1 miliar. Sedangkan cukai Pabean, yang merupakan bea masuk (impor) dan bea keluar (ekspor), baik melalui darat, laut, maupun melalui udara, menyumbang Rp 13,1 miliar mengalami kenaikan dari target Rp 10,2 miliar.

Namun demikian, secara keseluruhan, Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Semarang melampaui target yang ditentukan. “Kami melampaui target yang ditentukan. Secara keseluruhan ada peningkatan kurang lebih 1 persen,” kata Kepala Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Semarang, Iman Prayitno, kepada Jawa Pos Radar Semarang, belum lama ini.

Target awal yakni Rp 1,075 triliun, sedangkan realisasi penerimaan secara total mencapai Rp 1,082 triliun, atau kurang lebih mengalami peningkatan menjadi 100,68 persen.

Dikatakannya, Bea dan Cukai sebagai unsur pelaksana tugas pokok dan fungsi Departemen Keuangan Republik Indonesia di bidang kepabeanan dan cukai, terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar, menjadi penyumbang terbesar setelah pemerintah provinsi.

Dia mengaku akan terus meningkatkan pelayanan guna mempermudah proses bisnis antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan para stake holder. Di antaranya dengan diberlakukannya aplikasi Cukai Online. Iman berharap, dengan adanya Cukai Online, pelayanan di bidang cukai pihak perusahaan tidak perlu datang ke kantor Bea Cukai. “Cukup mengajukan permohonan secara online dari perusahaan yang bersangkutan,” ujarnya. (amu/smu)