Desak Pemkot Merelokasi Semua Pedagang Johar

331
UNDIAN LAPAK: Para pedagang Johar saat mengambil nomor undian lapak di tempat relokasi sementara Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (18/1) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNDIAN LAPAK: Para pedagang Johar saat mengambil nomor undian lapak di tempat relokasi sementara Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (18/1) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMI suksesnya perpindahan pedagang Pasar Johar menuju ke tempat relokasi sementara di Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), sebagian pedagang meminta Pemkot Semarang untuk memindahkan seluruhnya. Hal itu untuk menghindari kecemburuan di antara pedagang sekaligus membuat tempat relokasi menjadi ramai.

”Memang saat ini relokasi diprioritaskan untuk yang menjadi korban kebakaran. Tapi kami minta yang tidak menjadi korban juga segera dipindahkan ke sini,” ungkap salah satu pedagang Hj Rosikhah di sela-sela mengikuti pengundian lapak di tempat relokasi, Senin (18/1).

Ia mengaku, optimistis tempat relokasi tersebut akan menjadi ramai. Syaratnya, seluruh pedagang harus dipindah ke Pasar Johar MAJT. Terlebih lagi, ia mengaku pesimistis pembangunan Pasar Johar akan selesai 3-4 tahun mendatang sebagaimana direncanakan pemerintah. ”Saya kira bisa sampai lima tahun lebih. Makanya biar efektif, dipindah ke sini semua,” kata pria yang sehari-hari berjualan aksesori ini.

Karena itu, ia mendesak ketegasan pemerintah untuk melakukan penataan. Jika memang yang diharapkan adalah pedagang bersedia pindah ke tempat relokasi, maka harus dilakukan seluruhnya. Jika ada pedagang yang tidak mau dipindah, maka harus segera dilakukan penindakan.

”Pemberian doorprize sebagaimana dijanjikan gubernur itu tidak penting. Memang ketika ada doorprize para pembeli akan ke sini. Namun ketika doorprize itu habis, mereka akan enggan ke sini. Bagi saya, ketegasan itu yang utama,” beber pedagang asal Mangkang, Tugu, Semarang ini.

Senada dengan Rosikhah, pedagang lainnya Sunoto meminta Pemkot Semarang menyediakan angkutan khusus yang dapat menjangkau ke seluruh pedagang. Sebab, tidak semua pedagang maupun pembeli berusia muda sehingga mampu berjalan kaki yang lapak yang paling jauh. Akan tetapi banyak juga pedagang dan pembeli yang berusia lanjut yang membutuhkan transportasi untuk menuju lokasi.