Tiga Sekolah Terima Penghargaan Adiwiyata Nasional

658

Dia mengatakan, ada 4 hal yang menjadi dasar penilaian tim Adiwiyata Nasional. Yaitu, soal kebijakan sekolah berbasis lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif dan sarana prasarana yang ramah lingkungan. Karena itu, untuk memperoleh Adiwiyata itu, sekolah harus memenuhi persyaratan tersebut.

Segala persyaratan tersebut secara nyata dipraktikkan dan menjadi kebiasaan dalam keseharian disekolah. Selain siswa, dan guru, semua elemen disekolah dapat bersatu dalam pengelolaan lingkungan, termasuk komite sekolah. Pengelolaan lingkungan itu meliputi pengendalian pencemaran, kerusakan dan pelestarian lingkungan. Itu semua harus masuk dalam kebijakan sekolah. “Sebelumnya, kita ajukan 9 sekolah. Namun, yang berhasil lolos administrasi hanya 3 sekolah sehingga terkait yang kemudian diverifikasi. Memang secara administrasi makin ketat. Bahkan, ada daerah lain yang gugur. Karena itu, tidak semua kabupaten/kota memperoleh penghargaan,” tandasnya.

Sugiharto mengatakan, sekolah yang tidak lolos adminsitrasi juga belum diketahui dimana letak kekurangannya. “Padahal, terkait anggaran, setiap sekolah telah menganggarkan diatas 20 persen untuk sarana prasarana,”ujar dia. Karena itu, pada 2016 ini sekolah yang belum lolos akan diajukan lagi meski persyaratan nanti lebih ketat . “Penilaiannnya berbeda lagi. Yang diajukan ke provinsi paling tidak 1 tahun menjalani proses sehingga tidak langsung diajukan ke nasional. Sebab, harus ada progres yang lebih baik dari sekolah,” katanya. (hib/zal)